Skip to main content

Tidak Shalat Sama Dengan Wali?

Sering terdengar, dan banyak anggapan yang berkembang didalam masyarakat bahwa kyai anu atau si anu yang sakti tidak pernah shalat, atau si itu yang doanya selalu terkabul tidak menjalankan syariat shalat karena dia sudah shalat setiap saat, dia sudah terhubung dengan Allah setiap waktu, atau katanya dia sudah dekat dengan Allah jadi tidak perlu lagi shalat-shalatan segala. Katanya, shalat adalah syari'at. Syari'at adalah hanya untuk orang awam. Shalat itu tidak penting, yang penting adalah eling, ingat, atau dzikir setiap waktu dan itu nilainya lebih dari shalat. Bukankah shalat itu hanya untuk mengingat Allah saja? Pikirnya.


Benarkah pola pikir demikian? Bila mereka diingatkan mereka akan membela dengan mengatakan bahwa maqom mereka sudah tinggi, maqom mereka sudah setingkat wali, jadi tidak perlu itu shalat. Bukankah dengan dekat pada Allah SWT tidak perlu lagi shalat atau syariat? Ibarat bila sudah dekat dengan Presiden bukankah tidak perlu lagi protokol-protokoleran? Pikir mereka.

Tidak usah shalat saja sakti, dengan eling atau dzikir kepada Allah setiap saat saja semua doa terkabul, bisa sakti, hebat, bisa mengetahui banyak rahasi gaib dan lain-lain. Pikir mereka. 

Kalau mereka orang islam tentu mereka akan sadar dengan pola pikir mereka yang salah. Logikanya orang yang mempunyai tingkat spiritual tertinggi dan terhebat didunia ini, dan hanya satu-satunya saja masih menjalankan shalat, kenapa mereka yang menganggap dirinya wali tidak shalat?

Sesungguhnya mereka telah disesatkan oleh setan. Kelebihan-kelebihan yang mereka punyai bukannya membuat mereka semakin takut, tunduk dan patuh kepada Allah namun malah semakin membuat sombong. Ukuran kesaktian dan doa terkabul bukanlah ukuran kedekatan seorang manusia dengan Allah SWT. Mujizat-muji'at palsu dengan mudah setan berikan kepada manusia yang telah tertipu dengan amal-amal mereka. Amal yang bukan mendekatkan diri kepada Allah namun malah menjauhkan diri kepada Allah, walaupun mereka merasa seolah-olah telah dekat dengan Allah.

Ingat seorang hamba yang beriman pasti akan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, bukan sebaliknya. Perintah shalat yang diperintahkan Allah SWT malah ditinggal. Kemana pikiran mereka? 

Mereka berpikir bahwa mereka sudah bermakrifat kepada Allah dan tidak butuh syariat lagi. Lalu apa bedanya dengan setan atau iblis? Mereka juga bermakrifat, mereka juga mengenal Allah, bahkan jauh lebih mengenal Allah daripada manusia. Setan memang bermakrifat kepada Allah namun mereka tidak menjalankan perintah Allah. Bila anda merasa diri anda memiliki maqom setingkat wali namun tidak shalat dan meninggalkan syariat islam lainnya, itu tidak beda dengan setan. Berarti anda bermakrifat ala setan. Bila sudah begitu setanlah yang akan menjadi imam anda.

Pikir jauh lagi, dapatkah setan memberi anda syafaat atau pertolongan di akhirat kelak? Atau anda sudah berpikir bahwa amal-amal anda sudah mencukupi dan siap di akhirat? Bila anda merasa masih membutuhkan syafaat Nabi Muhammad SAW sudah tentu anda akan mengikuti syariat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. 

Ingatlah akan fitnah kubur. Diantara pertanyaan yang ditanyakan adalah perintah shalat. Bila anda atau siapapun yang merasa telah mencapai tingkat wali namun tidak shalat, pantaskan disebut wali Allah SWT? Atau lebih pantas disebut WALI SETAN? Apakah tidak shalat sama dengan wali Allah?

Comments

  1. jazakhalloh muda2han allah SWT senantiasa memberikan shafaat من الدنيا والآخرة

    ReplyDelete
  2. Abang abangan yang punya ini postingan silahkan dateng ke pondok pesantren sabilil mutaqqin yang berada di daerah nganjuk . Nanti ketemu sama habib abubakar assegaf.

    Datang saja insya allah dijamu dengan baik. Beliau enak di ajak sharing orangnya baik. Nanti abang dateng aja yaa. Untuk mengclear kan tentang hal ini. :-)
    Nanti beliau jelasin tentang syariat . Tariqah. Hakekat ma'rifat

    Takutnya terdapat orang awam yg cuma baca tanpa guru bisa ngawur fikirannya.

    ReplyDelete
  3. dahsyatnyo, serem ambo denger....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rahasia Mujarobat Dan Silahul Mukmin

Dari kecil saya sudah terbiasa  dengan buku mujarobat, silahul mukmin dan buku-buku ilmu kesaktian lainnya yang memang banyak dijual bebas dikaki lima. Pertanyaannya adalah benarkah buku-buku itu bisa membuat orang sakti atau bisa membuat sakti? Dan apakah tidak ada efek atau akibatnya mengamalkan mujarobat, mantra dan ilmu dari buku silahulmukmin?

Pengawal Gaib Jokowi JK

Sara Wijayanto, istri demian mengatakan bahwa ketika pawai setelah pelantikan, ada pengawal gaib Jokowi JK yang berpakaian seperti jaman kerajaan. Mereka seperti para prajurit kerajaan baik pakaian maupun senjata mereka. Siapa mereka sebenarnya? Siapa pengawal gaib Jokowi dan JK?

Sebenarnya fenomena pengawal gaib yang berbentuk prajurit adalah yang biasa, bukan hanya terjadi pada pawai Jokowi Jk saja namun bisa terjadi pada siapa saja. Bukan hanya pada orang prajurit-prajurit gaib tersebut ada bahkan pada rumah atau bangunan atau tempat tertetentu. Mengapa pengawal gaib tersebut bisa ada?

Kalau Sara Wijayanto bilang hal tersebut adalah bentuk ridho atau persetujuan leluhur namun menurut saya tidak begitu. Sedikit pengalaman ketika dulu sering dimintai membuang makhluk-makhluk gaib (sekarang sudah tobat) dari rumah atau bangunan angker atau melihat dari orang yang memang ada penjaganya.

Para penjaga gaib yang berbentuk prajurit tersebut terjadi karena memang didatangkan oleh orang yang…